Bulan Juni merupakan bulan yang paling sibuk bagi kita di puskesmas, kegiatan yang dilakukan membutuhkan tenaga yang ekstra dimana kegiatan – kegiatan yang dilakukan antara lain :
PELATIHAN Hardware/LAN
02 Juni 2008
Pelatihan ini di adakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo yang bertempat di kantor dinas barat, dengan narasumber seorang yang bergelar sarjana teknik.
kegiatan ini diikuti oleh beberapa perwakilan puskesmas di wilayah Kabupaten Probolinggo diantaranya : pkm. Jabung Sisir, pkm Krejengan, pkm Kraksaan, pkm Gending dll.
Materi yang diberikan :
- pengenalan komputer (hardware dan software)
- pengoperasian LAN
dengan diadakan kegiatan ini diharapkan pengolahan data di puskesmas setempat menggunakan sistim komputerisasi.
PELATIHAN PEMANFAATN PERANGKAT LUNAK PWS – KIA
23 Juni 2008 s/d 29 Juni 2008
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan hardware yang diadakan oleh dinas kesehatan. Pelatihan yang dilaksanakan 1 minggu ini dihadiri oleh narasumber dari kabupaten Ngawi yang mana disebut dengan sebutan Tim “SIK” Kabupaten Ngawi dan bertempat di kantor barat Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dengan pesertanya adalah puskesmas poned yang ada di Kabupaten Probolinggo diantaranya : pkm Sumber Asih, pkm Paiton, pkm Maron, pkm Jabung Sisir, pkm Kraksaan, pkm Condong, pkm Kota Anyar. Ini merupakan program Unicef untuk KIA, namun mendapat pengembangan yang sangat pesat sehingga dapat digunakan untuk program yang lain misalnya BP, poli gigi, dll.
Selama 1 minggu masa karantina, kita banyak mengalami berbagai hal yang baru, menantang dan mengesankan, dengan kegiatan sbb :
Hari Pertama
Pada hari pertama tgl 23 Juni 2008 dilakukan pembukaan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Setelah acara resmi di buka, kita memasuki acara :
- pengenalan kemmapuan,
- installasi software
- pengenalan komputer serta gambaran simpus & entry data
- gambaran simpus dan entry data lanjutan
(metode yang digunakanadalah ceramah dan praktek)
Hari Kedua
Dihari ke dua ini kegiatan mulai bertambah berat dan cukup memusingkan, dengan kegiatan sbb:
- pemanfaatn data (LPLPO, LB1, W2, lap. Imunisasi, grafik – grafik)
- pengenalan microsoft Access
- bedah software simpustronik
(metode yang digunakanadalah ceramah dan praktek)
Hari Ketiga
Hari yang ketiga ini tambah membuat kita harus mengkonsumsi “aspirin” dan bisa membuat kita terbangun semalam meskipun tanpa mengkonsumsi cafein. Adapun kegiatan ini adalah BEDAH SIMPUStronik seharian.
Hari Keempat
Hari ini kita bisa menikmati kegiatan yang dijadwalkan karena kita dapat mengetahui kegunaan dan manfaat dari simpustronik yang sedang kita pelajari ini. Terutama dalam Kesehatan Ibu dan Anak.
Hari Kelima
Hari mulai bertambah cerah secerah rembulan, dimana banyak sekali pemanfaatan data yang dapat kita gunakan sesuai dengan keinginan. Misalnya MTBS, TB, PKL, PKM. UKS/UKGS, PHN dll yang tidak dapat kita sebutkan satu persatu.
Hari Keenam
Hari keenam ini merupakan hari yang menegangkan sekaligus menyenangkan, karena kita mengaplikasikan software di 2 puskesmas yang menjadi contoh yakni puskesmas Sumber Asih dan Puskesmas Paiton. Kegiatan dimulai pada pukul 08:00 wib dengan tempat kegiatan di loket, BP, KIA, dan poli gigi. Syukur alhamdulillah akhirnya kegiatan aplikasi simpustronik berjalan dengan lancar, namun masih menyisakan hal yang masih perlu diperhatikan. Pada pukul 11:00wib para tim kembali ke Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo (kantor dinas barat) untuk kembali mengadakan rapat evaluasi dan pembuatan rencana tindak lanjut untuk pengoperasian simpustronik ini.
Seperti pada kegiatan yang lain diakhir pelatihan kita dihadapkan dengan adanya perpisahan yang menyakitkan. Perjumpaan selama 1 minggu hanya menyisakan kenangan. Akankah kenangan ini menjadi hal yang sia sia…? Tentu jawabnya tidak!! Kami berusaha untuk mengembangkan simpustronik ini seperti apa yang kita harapkan bersama. Kami sangat hormat dan salut dengan TIM SIK kab. Ngawi dengan totalitas, loyalitas, kesabaran, dan cara dalam membimbing meskipun sampai larut malam jarang tidur, dalam membimbing tetap sabar, telaten selalu tersenyum dan menyapa dengan hangat di setiap pertemuan, benar apa yang dikatakan oleh teman – teman tim SIK Kabupaten Probolinggo bahwa Tim SIK Kab Ngawi benar – benar “…???…” (dalam artian diluar batas pikir dan kemampuan kami) SALUT buat tim SIK Kabupaten Ngawi. (GIE)
SEMOGA APA YANG KITA CITA – CITAKAN TERKABUL,
SEMOGA KITA DAPAT BERTEMU KEMBALI AMIN.
PEMBEKALAN PENGURUS SAKA BAKTI HUSADA TINGKAT KECAMATAN
DI KABUPATEN PROBOLINGGO
30 Juni 2008
PENDAHULUAN
Pengertian
Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan
Tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada
Untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota gerakan pramuka dan masyarakat di lingkungannya.
Sasaran
Sasaran dibentuknya saka bakti husada adalah agara para anggota gerakan pramuka yang telah mengikuti kegiatan saka tersebut
a. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam bidang kesehatan
b. Mampu dan mau menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat khususnya tentang :
1. Kesehatan lingkungan
2. Kesehatan keluarga
3. Penanggulangan berbagai penyakit
4. Gizi
5. Manfaat dan bahaya obat
c. Mampu memberikan latihan tentang kesehatan kepada para pramuka di gugus depannya
d. Dapat menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat di lingkungannya
e. Memiliki sikap dan perilaku yang lebih mantap.
Beberapa krida dalam saka bakti husada
Saka bakti husada meliputi 5 (lima) krida yaitu :
- krida bina lingkungan sehat
- krida bina keluarga sehat
- krida penanggulangan penyakit
- krida bina gisi
- krida bina obat.
Syarat anggota
a. Menyatakan keinginannya untuk menjadi anggota Saka Bakti Husada, secara sukarela dan tertulis
b. Bagi pramuka penegak, pandega dan pramuka penggalang berusia 14 – 15 tahun yang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat penggalang terap.
c. Sehat jasmani dan rohani serta dengan sukarela sanggup menaati segala ketentuan yang berlaku di dalam saka bakti husada.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|